Monthly Archives: Desember 2011

Let’s go Folk, folks!

Belakangan ini genre musik saya berubah total. Setelah sekitaran tahun 2008-2009 saya sangat cinta dengan RnB dan HipHop, memuja-muja Rihanna, Lady Gaga, dan Beyonce, sekarang genre lagu saya berubah 180 derajat dari penuh dengan hingar-bingar menuju ke sebuah genre yang kalem dan ancient.

Sekarang saya mengabdikan diri saya pada aliran FOLK, baik itu pop maupun rock.

Apa sih, aliran folk itu?

Folk music is an English term encompassing both traditional folk music and contemporary folk music. The term originated in the 19th century. Traditional folk music has been defined in several ways: as music transmitted by mouth, as music of the lower classes, and as music with unknown composers. It has been contrasted with commercial and classical styles. This music is also referred to as traditional music and, in US, as ‘roots music’.” – Wikipedia

Aslinya, definisi folk seperti itu. Namun musik folk modern lebih memfokuskan diri pada pemakaian instrumen-instrumen etnik seperti perkusi, kendang, harpa, dll. Dulu, jaman saya masih sangat kecanduan anime dan manga, saya menyukai jenis japanese folk music yang sering diusung dalam anime-anime, terutama anime produksi studio Ghibli. Suasana etnik yang ditampilkan dalam alunan seruling atau instrumen khas Jepang selalu membuat hati nyaman dan teringat akan sawah dengan padi menghijau atau malam hari yang sejuk dengan bulan purnama di langit cerah. Dari semua lagu folk Ghibli, saya paling suka dengan sontrek Tonari no Totoro (Our Neighbor Totoro) yang berjudul “Path of Wind”.

some of Ghibli movies

Tonari no Totoro

Pada masa-masa SMA, kecintaan saya terhadap folk music sempat terlupakan karena teman-teman terdekat saya lebih sering mendengarkan lagu-lagu RnB, dan memang pada saat itu RnB sedang banyak merajai tangga lagu internasional. Rihanna, Beyonce, dan Black Eyed Peas merajai playlist saya sebagaimana lagu-lagu mereka merajai Billboard chart. Bahkan sampai pada kemunculan Lady Gaga, saya masihlah pencinta setia RnB dengan dunia hingar-bingar mereka.

Namun memasuki dunia kuliah, pergaulan saya berubah jauh. Di tingkat pertama pengaruh teman yang menyukai genre New Age dan Ambient sangat kuat hingga saya juga mulai mendengarkan Enya, memperbanyak koleksi Kitaro dan Yuki Kajiura saya (yang memang saya sukai sejak lama namun sempat tidak bertambah jumlah koleksinya), dan rajin mengunduh lagu-lagu Yanni.

Enya

Sampai akhirnya ketika memasuki tingkat dua perkuliahan, RnB dan New Age tidak bisa lagi mendatangkan inspirasi bagi saya dalam menulis maupun mengerjakan tugas. Apalagi sekarang ini saya jarang mendengarkan radio karena kesibukan dan faktor headset handphone yang rusak dan masih belum didapatkan penggantinya maklum, handphone merek underground. Karena kurangnya referensi musik RnB dan New Age yang baru, saya akhirnya dengan iseng berbicara masalah musik favorit dengan beberapa teman penulis saya niat awalnya supaya musiknya bisa dicolong :p. Ternyata, sebagian besar teman penulis yang saya tanya mempunyai selera musik yang hampir sama. Dari salah seorang teman saya mendapatkan rekomendasi untuk mendengarkan Bat For Lashes (Natasha Khan). Dari teman yang lain saya mendapat rekomendasi Cecile Corbel. Suka dengan musik-musik mereka, saya iseng menjelajah situs-situs untuk mencari artis-asrtis serupa dengan mereka hingga menemukan –dan jatuh cinta– pada dua artis, Vienna Teng dan Florence + The Machine. Koleksi lagu folk saya bertambah pesat.

Sekarang ini, koleksi album folk saya sudah ada sekitar 9 album:

Bat For Lashes - Two Suns

 Mengusung aliran Folktronica, Natasha Khan, yang memkai nama panggung Bat For Lashes meghadirkan lagu-lagu gelap dengan lirik yang surealis dan sulit ditebak maknanya. Album Two Suns dikabarkan berada dalam urutan #5 di UK Albums chart dan memenangkan Best Alternative Act  dalam UK Asian Music Award. Saya mendengarkan Natasha setelah mendapat rekomendasi dari salah satu teman penulis saya, dan kebetulan memang saya jatuh cinta pada salah satu lagu berjudul “Daniel” di album ini.

Vienna Teng - Waking Hour

Vienna Teng - Warm Strangers

Vienna Teng - Dreaming Through The Noise

Vienna Teng - Inland Territory

Berbeda dengan BFL, Vienna Teng mengedepankan suara piano dalam semua lagunya, walaupun instrumen etnik yang lainnya juga tak ketinggalan. Vienna adalah musisi folk favorit saya karena lirik-lirik lagunya yang begitu implisit dan sureal. Vienna Teng ini murni hasil penemuan saya sendiri. Setelah menemukan satu fanvid Alexander The Movie dan Hetalia – Axis Power yang menggunakan lagunya sebagai backsound, saya pun memutuskan untuk mengunduh album pertamanya untuk coba-coba. Ternyata, begitu mengunduh satu album, saya ketagihan dengan alunan piano dan lirik-lirik surealis yang disajikan oleh Vienna Teng, maka jadilah saya mengoleksi semua albumnya.

Florence + The Machine - Lungs

Florence + The Machine - Ceremonials

Sama seperti Vienna Teng, Florence + The Machine ini juga hasil penemuan saya sendiri. Saat sedang asik mengacak-acak azlyrics.com, saya tanpa sengaja melihat promo album Ceremonials dan jadi tertarik untuk mencari tahu karena nama band-nya yang unik. Entah kebetulan atau takdir, ternyata FATM ini juga mengusung genre folk, lebih tepatnya folk rock dan folktronica. FATM bagi saya lebih seperti gabungan kualitas BFL dan Vienna Teng. Irama lagunya yang banyak menggunakan instrumen elektronik dengan tonjolan instrumen etnik yang khas mengingatkan saya pada irama-irama BFL sementara lirik-lirik lagunya yang terkesan surealis sangat mirip seperti Vienna Teng. Band yang berasal dari UK ini sering membawakan lagu-lagu berirama English folk.

Cecile Corbel - The Borrower Arrietty Image Album

Cecile Corbel - Songbook vol.1

Cecile Corbel adalah artis yang baru saja diperkenalkan pada saya, karena itu saya baru mempunyai dua albumnya. Diperkenalkan kepada saya melalui salah seorang teman penulis (lagi) dan sebuah film terbaru Ghibli, The Borrower Arrietty, saya langsung jatuh cinta pada kelembutan alunan harpanya. Mengusung aliran folk pop, artis Perancis ini telah menciptakan dan menyanyikan lagu dalam banyak bahasa, namun mayoritas karyanya adalah celtic folk.

Demikianlah kesembilan album modern folk milik saya. Sampai sekarang saya masih aktif mencari-cari artis folk yang berkualitas lainnya. Kalau ada yang entah bagaimana juga menyukai musik-musik folk, feel free to give me some good recs! 😉

 

 

 

 

Iklan
Dengan kaitkata , ,