Monthly Archives: Februari 2013

Dark Paradise – Lana Del Rey

Today’s mood is representated fully by this song.

Dengan kaitkata , ,

Titik Awal (Lagi?)

“Bagaimanakah permulaan dari permulaan kalau bukan pendidikan dan pengajaran?” – Jejak Langkah, Pramoedya Ananta Toer

Bukan menjadi Ksatria Baja Hitam atau Sailor Moon. Yang dua itu, dan juga beberapa lainnya, berubah (atau memisahkan) identitas mereka. Saya tidak.

Tapi, ya, saya mengubah banyak hal dari blog ini. Yang paling esensial, saya mengubah alamat blog ini dari skeptipig.wordpress.com menjadi yuusasih.wordpress.com. Alasan perubahannya? Sebenarnya hanya karena saya ingin hari ini menjadi satu titik dimana saya ingin lebih giat menulis, baik secara profesional maupun amatir, dan Yuu Sasih adalah nama saya dalam bidang penulisan.

Mungkin jarang ada yang mengetahui–bahkan di lingkungan terdekat saya sendiri–bahwa sebenarnya saya sudah pernah punya buku yang terbit secara keroyokan. Ya, buku kumpulan cerpen. Cerpen saya masuk di antaranya.

Kumcer Cinta Pertama I
click to buy

Kumpulan cerpen Cinta Pertama Jilid I yang diterbitkan oleh penerbit SahabatKata. Cerpen saya berjudul Homerun, atas nama Yuu Sasih. Cerpen tersebut saya ikutkan ke lomba yang dibuat oleh penerbit dan kemudian terpilih menjadi salah satu naskah yang dibukukan. Masuknya cerpen saya ke antologi pada waktu itu saya tetapkan sebagai sebuah titik di mana saya akhirnya benar-benar menetapkan hati untuk menjadi seorang penulis.

Lalu kenapa jarang ada yang tahu?

Lebih karena saya sendiri masih merasakan banyak sekali hal yang kurang pada cerpen saya yang ada dalam antologi ini. Malu rasanya kalau ada orang yang rela membeli buku ini lalu merasa kecewa. Dan ditunjukkan sekarang pun lebih karena sebagai pengantar penjelasan mengapa saya mengubah alamat blog. hehehehe.

Jadi, ya, alasan kenapa saya menggunakan nama Yuu Sasih adalah karena sejak pertama karya saya terbit dalam bentuk cetak, nama itulah yang saya gunakan. Perubahan alamat blog menggunakan nama Yuu Sasih menjadi semacam pengumuman bahwa saya akan terus menulis dan menyebarkan tulisan saya. Terutama juga karena pada tahun ini, saya sedang berusaha untuk menyelesaikan satu novel kolaborasi bertema LGBT bersama teman saya. Satu lagi karya untuk masyarakat. Semoga.

Kedua, saya juga mengubah tema blognya. Kalau yang ini lebih ke arah preferensi pribadi yang sedang ingin nuansa putih-putih nan simpel. Temanya juga sengaja dipilih yang enak dilihat kalau diberi suatu bacaan.

Pertanyaan selanjutnya: kenapa berubah?

Jawabannya simpel. Belakangan ini saya melihat banyak sekali teman-teman saya berubah. Ada yang tulisannya menjadi semakin bagus, ada yang menang award ini dan itu, sementara, ah, lagi-lagi saya tetap stak di sini, terlindas kehidupan layaknya buruh waktu yang taat. Lalu belakangan ini saya juga tengah berusaha menyelesaikan novel Jejak Langkah, sebuah karya Pramoedya Ananta Toer yang, lagi-lagi, mampu menggelitik keinginan saya untuk menjadi penulis bukan sekedar penulis, tapi penulis yang memberikan sesuatu pada bangsanya. Ah, Pak Pram, terima kasih!

Jadi saya memutuskan jalan hidup saya yang baru, di semester dan tahun yang baru ini. Saya akan menjadi penulis yang menghantarkan makna. Makna bagi orang-orang di sekitar saya, dan mungkin juga masyarakat luas. Bukan hanya asal menulis.

Mimpi yang muluk? Ya, tentu saja. Mimpi memang harus muluk, toh?

Dengan kaitkata ,